SEJARAH PRODI FARMASI UNIVERSITAS MALAHAYATI

 

Yayasan Alih Teknologi didirikan oleh Bapak Rusli Bintang yang dikenal sebagai seorang usahawan yang cukup sukses. Sukses tersebut dicapainya dengan kerja keras dan tekad pantang menyerah. Salah satu wujud kepedulian beliau terhadap seamanya adalah peran aktif di dunia pendidikan. Beliau menyadari bahwa pendidikan saat ini sangat diperlukan sebagai salah satu sarana pengembangan diri agar kelak mampu mengembangkan kehidupannya serta kehidupan bangsa dan negaranya dengan sebaik-baiknya. Niat baik inilah yang mendorong beliau mendirikan Yayasan Alih Teknologi (Altek).

Yayasan Altek berdiri pada tanggal 20 Juni 1992 yang tertuang dalam Akte Notaris Nomor 114 Tahun 1994. Yayasan Altek didirikan dengan tujuan umum untuk mengembangkan dan mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas tinggi melalui jalur pendidikan tinggi. Tujuan khusus yang hendak diwujudkan oleh Yayasan Altek adalah:

  1. Membina, mengembangkan, dan menghasilkan peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkualitas, mandiri, bertaggung jawab, dan dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional;
  2. Membina, mengembangkan, dan menghasilkan para pendidik dan karyawan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang MAha Esa, berkualitas, mandiri, bertanggung jawab, dan dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional.

Tindak lanjut untuk mewujudkan tujuan umum dan tujuan khusus tersebut, Yayasan Altek mendirikan suatu perguruan tinggi dengan nama Universitas Malahayati. Universitas Malahayati didirikan berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 02/D/0/1994 tanggal 28 Januari 1994. Kiprah awal Universitas Malahayati pada tahun 1994/1995 dibuka tiga fakultas pelopor dan satu akademi. Sejak Tahun 2006 Universitas Malahayati memiliki empat Fakultas, yaitu (a) Fakultas Kedokteran dengan prodi kedokteran umum, ilmu keperawatan, DIII dan DIV Kebidanan, (b) Fakultas Ekonomi dengan dua jurusan (Akuntansi dan Manajemen), (c) Fakultas Teknik dengan empat jurusan (Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Manajemen Industri, dan Teknik Lingkungan), (d) Fakultas Kesehatan Masyarakat dengan dua jurusan (prodi Kesehatan Masyarakat dan Pasca Sarjana) yang bertempat di Jalan Pramuka Nomor 27 Kemiling, Bandar Lampung. Fakultas kedokteran kemudian berkembang dan dirasa perlu membuka program studi Farmasi tahun 2012.

Rencana Strategis (Renstra) Universitas Malahayati tahun 2008–2012 memasukkan rencana tentang pembukaan prodi baru, maka senat universitas melakukan pertemuan dalam rangka persetujuan pembukaan Fakultas dan Prodi baru yang tertuang dalam berita acara pertimbangan/persetujuan senat universitas pada tanggal 7 Maret 2012. Pertemuan dihadiri oleh Dr.Muhammad Kadafi,SH.,MH, Achmad Farich, dr.,MM, Dr.(Can) Harmani Harun,SE.,MM,Ak, Dr. Dessy Hermawan. Ns., M.Kes, Toni Prasetya, dr.,Sp.PD, Dainty Maternity,SST.,M.Kes, Samino SH,M.Kes dan Muharso,dr.,SKM.

Pertemuan tersebut menghasilkan persetujuan pembukaan prodi baru di lingkungan Universitas Malahayati yaitu sebagai berikut :

 

Fakultas Program Studi Jenjang Pendidikan
Kedokteran Psikologi S1
Farmasi S1
Magister Keperawatan S1
Ilmu Hukum Ilmu Hukum S1
Ekonomi Magister Akuntansi S2

 

Hasil dari persetujuan tersebut ditindaklanjuti dengan pengajuan surat permohonan oleh Rektor Universitas Malahayati dengan nomor 1204.10.214.08.12 pada tanggal 27 Agustus 2012 tentang pembukaan Program Studi Farmasi Program Sarjana. Kemudian pengajuan diproses oleh Kemenristek Dikti melalui Kopertis Wilayah II di Palembang dan menghasilkan persetujuan pembukaan Prodi Farmasi Universitas Malahayati melalui Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 121/KPT/I/2015 tertanggal 24 November 2015.

Program Studi Farmasi Universitas Malahayati mulai membuka penerimaan mahasiswa baru di tahun akademik 2016/2017 sebanyak 85 mahasiswa. Asal mahasiswa masih didominasi 90% dari Propinsi Lampung, sisanya ada yang berasal dari propinsi lain di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan

Program Studi Farmasi Universitas Malahayati saat ini bernaung dibawah Fakultas Kedokteran dengan visi “Menjadi Program Studi Farmasi Unggulan di Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas Pada Tingkat Regional dan Nasional pada Tahun 2026”. Keunggulan Prodi Farmasi dititikberatkan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas dikarenakan Kebutuhan tenaga kefarmasian di Lampung sangat tinggi khususnya dalam bidang pelayanan kesehatan di berbagai instansi dan fasilitas kesehatan. Selain itu, jumlah instansi kesehatan (rumah sakit, klinik) dan fasilitas kesehatan (puskesmas, apotek) di Lampung cukup banyak untuk menampung calon lulusan farmasi.

Saat ini prodi Farmasi dikepalai oleh seorang Kaprodi yang dibantu oleh dua orang wakil (bidang akademik dan bidang non akademik). Selain itu, juga ada dua unit yaitu unit penjaminan mutu (UPM) dan unit penelitian dan pengembangan kepada masyarakat (UPPM).